Kunjungi Perpustakaan, Bunda PAUD Sungai Penuh Dorong Anak Cintai Buku Sejak Dini

Daerah, Sungai Penuh74 Dilihat

SUNGAI PENUH – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., mengajak anak-anak membangun kebiasaan membaca dan mencintai buku sejak usia dini.

Pesan tersebut disampaikan Sri Kartini Alfin saat mendampingi kunjungan murid PAUD dan TK se-Kota Sungai Penuh ke Dinas Perpustakaan Kota Sungai Penuh, Kamis (3/9/2026).

Kunjungan berlangsung dalam suasana penuh keceriaan. Para peserta didik tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan perpustakaan, tetapi juga diajak mengikuti aktivitas membaca dan bercerita dengan metode yang menyenangkan.

Sri Kartini Alfin Bacakan Cerita untuk Anak

Dalam kegiatan tersebut, Sri Kartini Alfin berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui sesi membaca dan bercerita.

Ia membacakan cerita dengan suasana santai dan komunikatif. Anak-anak terlihat antusias mengikuti alur cerita yang disampaikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Anak-anak diberi kesempatan menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan cerita yang telah mereka dengarkan.

Sejumlah anak tampak berani mengangkat tangan dan memberikan jawaban. Suasana kegiatan pun berlangsung interaktif dengan sesekali diwarnai keceriaan peserta didik.

Pendekatan membaca melalui cerita dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk membuat anak lebih tertarik berinteraksi dengan buku dan lingkungan perpustakaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sungai Penuh, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dinas terkait, serta murid PAUD dan TK se-Kota Sungai Penuh.

Bangun Kebiasaan Membaca Sejak Anak-Anak

Sri Kartini Alfin menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan Kota Sungai Penuh dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, memperkenalkan perpustakaan kepada anak sejak usia dini merupakan salah satu langkah untuk membangun kebiasaan membaca.

Selain menambah pengetahuan, aktivitas membaca juga dapat menjadi sarana untuk mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas anak.

“Anak-anak perlu mengenal perpustakaan sejak dini. Dengan begitu, mereka terbiasa membaca dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung dan semakin banyak anak yang tertarik datang ke perpustakaan,” ujar Sri Kartini Alfin.

Ia menilai budaya membaca tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah.

Orang tua juga memiliki peran penting dalam menciptakan kebiasaan membaca di lingkungan keluarga. Sementara itu, sekolah dan perpustakaan dapat menyediakan ruang serta kegiatan yang sesuai dengan karakter anak usia dini.

Perlu Kolaborasi Pemerintah, Sekolah dan Orang Tua

Sri Kartini Alfin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, dan Dinas Perpustakaan dalam menumbuhkan budaya literasi.

Menurutnya, lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan akan membantu anak merasa nyaman ketika berinteraksi dengan buku.

Pengenalan buku juga tidak harus dilakukan melalui kegiatan membaca yang bersifat formal. Aktivitas seperti mendongeng, membaca bersama, mengenal gambar, hingga tanya jawab mengenai cerita dapat menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan ketertarikan anak.

Dengan pendekatan tersebut, perpustakaan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar dan bermain edukatif bagi anak-anak.

Perpustakaan Diharapkan Jadi Ruang Belajar yang Menyenangkan

Kunjungan murid PAUD dan TK se-Kota Sungai Penuh menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan perpustakaan kepada generasi usia dini.

Melalui kegiatan membaca dan bercerita, anak-anak dapat berkenalan dengan buku dalam suasana yang lebih santai.

Pengalaman positif tersebut diharapkan dapat membuat anak tidak merasa bahwa membaca merupakan aktivitas yang membosankan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap kegiatan literasi serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak anak.

Dengan pembiasaan sejak dini, budaya membaca diharapkan dapat tumbuh secara bertahap di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Pada akhirnya, kebiasaan membaca bukan hanya tentang kemampuan memahami tulisan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun rasa ingin tahu, kreativitas, dan kecintaan anak terhadap pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *