Wawako Azhar Hamzah Dorong Modernisasi Pertanian Sungai Penuh lewat Teknologi PM AAS

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh mendorong pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan tanam perdana padi menggunakan teknologi Penerapan Modernisasi Pertanian (PM AAS) di Desa Gedang, Kecamatan Sungai Penuh, Kamis (28/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah bersama Direktur Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi, Yunimar, S.Si., M.Si.

Turut hadir jajaran Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian, serta anggota Brigade Pangan Baton Ayi Bareu Desa Gedang.

Tanam perdana ini menjadi bagian dari penerapan teknologi pertanian untuk mendorong proses budidaya padi yang lebih efisien. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Drum Seeder, alat tanam yang dirancang untuk membantu mempercepat proses penanaman sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja secara manual.

Azhar Hamzah Apresiasi Dukungan BRMP Jambi

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menyambut positif penerapan teknologi modern dalam kegiatan pertanian di daerah tersebut.

Menurutnya, dukungan dari BRMP Jambi menjadi bagian penting dalam membantu petani mengenal dan menerapkan teknologi yang dapat menunjang kegiatan budidaya padi.

Dalam kesempatan tersebut, Azhar juga menyampaikan kondisi sejumlah kawasan pertanian di Kota Sungai Penuh kepada pihak BRMP Jambi.

Beberapa persoalan yang dihadapi petani turut dibahas, terutama berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur pertanian yang menunjang produktivitas lahan.

Penyampaian kondisi lapangan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi antara Pemerintah Kota Sungai Penuh dan BRMP Jambi dalam menentukan dukungan serta langkah lanjutan bagi pengembangan sektor pertanian.

Pihak BRMP Jambi menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pertanian di Kota Sungai Penuh.

Panen Raya Capai Sekitar 11 Ton per Hektare

Setelah mengikuti kegiatan tanam perdana, Azhar Hamzah melanjutkan agenda dengan menghadiri panen raya di kawasan Cangking Indah.

Panen tersebut diikuti Kepala BRMP Jambi, Kepala Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh, para penyuluh pertanian lapangan, serta Brigade Pangan Baton Ayi Bareu Desa Gedang.

Ketua Brigade Pangan Baton Ayi Bareu Desa Gedang, Joly Satria, mengatakan produktivitas padi di wilayah tersebut tergolong menjanjikan.

Ia menyebut hasil produksi saat ini dapat mencapai sekitar 11 ton gabah per hektare.

Menurut Joly, penerapan teknologi PM AAS diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas. Namun, peningkatan produksi juga membutuhkan dukungan terhadap sejumlah faktor lain, terutama ketersediaan air dan kondisi jaringan irigasi.

“Produksi saat ini bisa mencapai 11 ton per hektare. Kami berharap dengan adanya teknologi PM AAS hasil panen dapat lebih meningkat. Namun yang sangat dibutuhkan petani adalah dukungan sumber air yang lancar agar seluruh lahan sawah dapat berproduksi maksimal,” ujar Joly.

Petani Masih Hadapi Kendala Infrastruktur

Selain persoalan sumber air dan irigasi, Brigade Pangan Baton Ayi Bareu Desa Gedang juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lain yang berkaitan dengan kegiatan pertanian.

Di antaranya kondisi jalan usaha tani serta sarana dan prasarana pendukung produksi.

Infrastruktur tersebut dinilai penting karena berkaitan dengan mobilitas petani, distribusi hasil panen, hingga kelancaran kegiatan budidaya di kawasan persawahan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap koordinasi dengan BRMP Jambi, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dapat terus diperkuat.

Pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi proses tanam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, dan lembaga terkait juga diharapkan dapat mendorong pengembangan pertanian yang lebih modern dan produktif.

Dengan dukungan teknologi, infrastruktur, serta pengelolaan lahan yang baik, sektor pertanian di Kota Sungai Penuh diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah.